BRMP Sistem Perkuat Korporasi Petani Bengkayang melalui Bimtek Hulu–Hilir
Bengkayang, Kalimantan Barat – Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) Kementerian Pertanian menyelenggarakan Bimbingan Teknis dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Hulu–Hilir Korporasi Petani Tahap I di Aula Kantor Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kamis (30/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan ekonomi petani.
Di Kabupaten Bengkayang, Program ICARE difokuskan pada pengembangan korporasi petani berbasis komoditas padi agar mampu mengelola usaha secara terintegrasi, mulai dari penyediaan sarana produksi, budidaya, hingga pengelolaan hasil dan pemasaran. Melalui pendekatan ini, BRMP Sistem mendorong modernisasi pertanian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga penguatan kelembagaan, manajemen usaha, dan kemitraan agribisnis.
Kegiatan diikuti 80 peserta yang berasal dari Kecamatan Sungai Raya, Sungai Raya Kepulauan, Capkala, dan Monterado, terdiri atas pengurus dan anggota Koperasi Produsen Petani Berkah Sejahtera, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta perwakilan Kelompok Tani (Poktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Peserta dibekali pengetahuan mengenai tata kelola organisasi, peningkatan kapasitas manajerial, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi, UKM, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Kabupaten Bengkayang, yakni Sekretaris Dinas Item, S.Sos., M.Si., dan Pengawas Koperasi Ahli Muda Maria Linda, S.E., M.M. Turut hadir Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Kabupaten Bengkayang, Mutiara, S.P., M.P., mewakili Kepala Dinas.
Dalam sambutannya, Mutiara mengapresiasi Kementerian Pertanian melalui BRMP Sistem yang telah memilih Kabupaten Bengkayang sebagai lokasi Program ICARE. Menurutnya, program ini menjadi peluang bagi petani untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat tata kelola koperasi, dan mengembangkan usaha pertanian yang lebih profesional serta berdaya saing.
Kapoksi Penerapan, Kerja Sama, dan Penilaian Kesesuaian BRMP Sistem, Haryo Radianto, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa Bengkayang memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas padi. Namun, hasil baseline survey Program ICARE menunjukkan masih perlunya penguatan kapasitas SDM dan kelembagaan ekonomi petani agar potensi tersebut dapat dikelola secara optimal.
"Melalui bimbingan teknis ini, kami ingin petani tidak hanya mampu menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga mampu mengelola koperasi secara profesional, memperkuat tata kelola usaha, meningkatkan kapasitas finansial, serta mengembangkan hilirisasi produk sehingga memperoleh nilai tambah yang lebih besar," ungkapnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai tata kelola koperasi, legalitas kelembagaan, administrasi organisasi, akuntansi keuangan, pencatatan usaha tani, manajemen logistik, kemitraan usaha, hingga strategi pengembangan bisnis dan pemasaran. Pembekalan ini juga mendorong perubahan pola pikir petani agar tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga pelaku agribisnis yang mampu mengelola rantai usaha secara efektif.
Sebagai tindak lanjut, BRMP Sistem akan terus melakukan pendampingan melalui Program ICARE, meliputi penguatan tata kelola koperasi, pembenahan administrasi kelembagaan, pencatatan usaha tani, dan penyusunan rencana bisnis koperasi sesuai potensi wilayah. Melalui upaya ini, koperasi diharapkan semakin profesional, mampu meningkatkan pelayanan kepada anggota, sekaligus memperkuat kelembagaan ekonomi dan daya saing petani di Kabupaten Bengkayang.