• Jalan Tentara Pelajar No.10
  • (0251) 200 0199/ WA : 085183071943
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Rencana Strategis
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Buletin
    • Infografis
    • Pedum/ Juknis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • LAYANAN
Thumb
12 dilihat       29 Juli 2026

Wamenko Pangan Apresiasi PM-AAS BRMP Sistem, Dorong Replikasi Pertanian Modern

Sukabumi, 29 Juli 2026 – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., mengapresiasi penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang dikembangkan Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) saat meninjau demplot budi daya padi di Kelurahan Situ Mekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Rabu (29/7). Menurutnya, PM-AAS merupakan inovasi budi daya padi yang berpotensi meningkatkan produktivitas lahan melalui penerapan teknologi secara terpadu sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan dan percepatan swasembada pangan nasional.

PM-AAS merupakan model budi daya padi modern yang mengintegrasikan inovasi teknologi, mekanisasi, dan pengelolaan budi daya secara terpadu untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta keberlanjutan pertanian. Demplot di Kelurahan Situ Mekar menjadi demplot perdana PM-AAS yang dikembangkan BRMP Sistem sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi petani dan penyuluh dalam mengadopsi teknologi budi daya modern.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenko Pangan didampingi perwakilan Tim BRMP Sistem, Rudi Aksono, S.P., Koordinator Penyuluh BPP Lembursitu Fajar Mustaqim, S.P., M.P., Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi H. Yadi Muhamad Erlangga, S.IP., M.S.E., Camat Lembursitu, serta Lurah Situ Mekar.

Saat meninjau demplot, Hanif melihat langsung penerapan berbagai komponen teknologi PM-AAS. Melalui pengaturan sistem tanam dan penerapan paket teknologi secara terpadu, PM-AAS mengoptimalkan populasi tanaman sehingga mendukung peningkatan hasil, efisiensi usaha tani, dan kualitas pertumbuhan tanaman.

"Metodologi seperti ini harus terus ditingkatkan. Kota Sukabumi memiliki luas lahan pertanian yang terbatas sehingga produktivitas harus terus ditingkatkan melalui inovasi. PM-AAS ini sangat baik dan apabila tingkat keberhasilannya semakin tinggi, tentu dapat menjadi model utama pengembangan pertanian modern di berbagai daerah," ujar Hanif.

Hanif juga menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, petani, hingga dunia usaha agar target swasembada pangan dapat tercapai.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menyampaikan bahwa keterbatasan luas wilayah Kota Sukabumi menjadi dorongan untuk terus menghadirkan inovasi di sektor pertanian. Menurutnya, penerapan PM-AAS menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan produktivitas lahan melalui teknologi budi daya yang lebih efisien.

"Luas wilayah kami memang terbatas, tetapi inovasi kami tidak terbatas. Melalui teknologi Tabela, penebaran benih sekitar 80 sampai 85 kilogram per hektare dapat dilakukan hanya dalam waktu setengah hari. Berbagai inovasi lain juga diterapkan agar tanaman lebih terlindungi dari gangguan hama maupun burung," ujar Bobby.

Ia menambahkan bahwa produktivitas padi di Kota Sukabumi saat ini mencapai sekitar 6,7 ton per hektare. Melalui penerapan PM-AAS, produktivitas pada demplot tersebut diproyeksikan meningkat hingga sekitar 10 ton per hektare pada panen yang direncanakan berlangsung pada Oktober mendatang.

Peningkatan hasil tersebut didukung oleh penerapan paket teknologi PM-AAS yang meliputi penggunaan varietas unggul Inpari 9, Inpari 50 Marem, dan padi hibrida Mapan 05, sistem tanam modern, mekanisasi pertanian, pemupukan berimbang, serta Pengendalian Hama Terpadu (PHT) melalui pemanfaatan tanaman refugia untuk menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

Perwakilan Tim BRMP Sistem, Rudi Aksono, S.P., menjelaskan bahwa demplot di Kelurahan Situ Mekar, Kecamatan Lembursitu merupakan demplot perdana PM-AAS yang dikembangkan BRMP Sistem sebagai model penerapan pertanian modern di tingkat lapangan. Paket teknologi yang diterapkan disusun berdasarkan karakteristik lahan, kondisi agroekosistem, serta kebutuhan petani sehingga menjadi teknologi spesifik lokasi yang adaptif dan mudah diterapkan.

Menurut Rudi, setiap komponen teknologi dalam PM-AAS dirancang saling mendukung sebagai satu kesatuan sistem budidaya. Penerapannya tidak dilakukan secara seragam, tetapi disesuaikan dengan karakteristik lahan, agroekosistem, dan kebutuhan petani di masing-masing wilayah sehingga hasilnya dapat menjadi model yang mudah direplikasi di berbagai daerah.

Selain menjadi lokasi percontohan, demplot PM-AAS juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran, transfer teknologi, dan pendampingan bagi petani serta penyuluh. Melalui pendekatan tersebut, BRMP Sistem terus menyempurnakan model PM-AAS agar semakin adaptif terhadap berbagai kondisi agroekosistem sekaligus mempercepat adopsi inovasi pertanian modern di berbagai daerah.

Melalui pengembangan PM-AAS, BRMP Sistem mendorong lahirnya model budi daya padi modern yang adaptif, efisien, dan mudah direplikasi. Dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani diharapkan dapat mempercepat penerapan inovasi tersebut sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas, penguatan ketahanan pangan, dan percepatan swasembada pangan nasional.

Prev Next

- BRMP Penerapan


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Sistem Perkuat Hilirisasi Kakao Fermentasi - FGD Penyusunan Model Kelembagaan di Kolaka Timur
    30 Jul 2026 - By BRMP Penerapan
  • Thumb
    KMP Perkuat Modernisasi Pertanian melalui Penerapan PM-AAS di Tulang Bawang Barat
    29 Jul 2026 - By BRMP Penerapan
  • Thumb
    BRMP Sistem Awali Pengembangan Model Kelembagaan Hilirisasi Kakao Fermentasi di Kolaka Timur
    29 Jul 2026 - By BRMP Penerapan
  • Thumb
    Penguatan Kapasitas Personel Sektor Publik, Langkah Nyata Menuju LSP Terakreditasi
    28 Jul 2026 - By BRMP Penerapan

tags

BRMP BRMP Sistem PM-AAS Pertanian Modern

Kontak

(0251) 200 0199/ WA : 085183071943
-
[email protected]

Jl. Tentara Pelajar No.10, RT.01/RW.07, Ciwaringin,
Kecamatan Bogor Tengah, 
Kota Bogor, Jawa Barat 16124


Website : https://sistem.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian. All Right Reserved