Melalui Program ICARE BRMP Sistem Perkuat Persiapan Kemitraan di Kalimantan Barat
Bengkayang, Kalimantan Barat - Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) melalui Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) Imenjalankan rangkaian koordinasi di Provinsi Kalimantan Barat sebagai tahap persiapan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Platform Pemangku Kepentingan Publik-Swasta (Subkomponen A.1.D). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan yang mendukung penguatan korporasi petani dan pengembangan rantai nilai komoditas pertanian di Kabupaten Bengkayang.
Program ICARE mengusung pendekatan multi-stakeholder platform yang menempatkan entitas korporasi petani sebagai aktor utama dalam pengembangan kemitraan. Pemangku kepentingan dari sektor publik meliputi pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, dan tenaga penyuluh berperan bersama sektor swasta seperti mitra pasar, lembaga keuangan, dan perusahaan agribisnis untuk memperkuat ekosistem rantai nilai komoditas pertanian. Pendekatan ini didasarkan pada prinsip bahwa penguatan rantai nilai pertanian memerlukan sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, sehingga tidak dapat dilaksanakan secara parsial oleh satu pihak saja.
Selama pelaksanaannya, BRMP Sistem berkoordinasi dengan sejumlah instansi dan lembaga di Kalimantan Barat, di antaranya Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, PT Pupuk Indonesia (Distribusi Kalbar), BRMP Kalimantan Barat, serta Koperasi Produsen Sejahtera Bengkayang yang tengah disiapkan bertransformasi menjadi entitas korporasi petani. Melalui koordinasi tersebut, BRMP Sistem memperoleh gambaran mengenai potensi wilayah, komoditas prioritas, serta calon mitra dan pemangku kepentingan yang relevan untuk diundang dalam pelaksanaan FGD.
BRMP Sistem juga melakukan identifikasi terhadap Koperasi Produsen Berkah Sejahtera Bengkayang yang diproyeksikan bertransformasi menjadi entitas korporasi petani dalam Program ICARE. Identifikasi difokuskan pada kondisi kelembagaan koperasi, potensi pengembangan usaha, serta kesiapan dalam memperkuat kemitraan dan pengelolaan komoditas pertanian. Selain itu, hasil pemetaan terhadap Koperasi Produsen Berkah Sejahtera Bengkayang menunjukkan koperasi ini tengah memperluas fokus usaha dari komoditas perkebunan ke tanaman pangan, sekaligus telah memiliki basis data lebih dari 2.200 petani kelapa sawit swadaya di tiga kecamatan di Kabupaten Bengkayang dengan total luas lahan lebih dari 2.100 ha.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini menjadi fondasi bagi tahapan selanjutnya, yaitu pelaksanaan FGD yang akan mempertemukan pemerintah, BUMN, sektor swasta, lembaga keuangan, dan entitas korporasi petani dalam satu forum. Forum ini nantinya diharapkan menghasilkan kesamaan pemahaman serta komitmen dukungan dari masing-masing mitra, sebelum berlanjut ke tahap business matching untuk mempertemukan kebutuhan entitas korporasi petani dengan mitra yang memiliki potensi kerja sama. Melalui mekanisme ini, BRMP Sistem menargetkan terbentuknya kemitraan yang berkelanjutan dan mampu memperkuat rantai nilai komoditas pertanian di Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat.