Tabuh Kohkol dari Sukabumi, Menanam Benih Unggul untuk Masa Depan Pangan Indonesia
Sukabumi (14/05) - Suara kohkol menggema di tengah hamparan sawah Kabupaten Sukabumi, menandai dimulainya kegiatan Tanam Perdana Perbanyakan Benih Sumber Padi Varietas Unggul Baru (VUB) Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pengembangan dan Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP Penerapan). Prosesi pemukulan kohkol dipilih sebagai simbol kebersamaan pemerintah dan masyarakat dalam membangun pertanian Indonesia yang maju dan berkelanjutan.
Acara ini diselenggarakan di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, dihadiri oleh Kepala BRMP Penerapan, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Kepala PPVTPP, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Direktorat Serealia, BPSB Jawa Barat, para penyuluh, PBT, serta Gapoktan Gaya Baru, Poktan Tani Mukti, dan Poktan Harapan Makmur, stakeholder terkait dan tokoh masyarakat.
Kegiatan ini mengembangkan benih sumber padi kelas FS meliputi varietas Cakrabuana Agritan, Inpago 13 Fortiz, dan Inpari 50 Marem, serta kelas SS meliputi Inpari 32 HDB, Inpari IR Nutrizinc, dan Mantap. Produksi benih sumber tersebut menjadi langkah strategis dalam menyediakan benih yang bermutu, berstandar, dan bersertifikat sekaligus mendukung program Direktorat Perbenihan dan Direktorat Serealia Ditjen Tanaman Pangan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Sukabumi sebagai lokasi produksi benih sumber padi VUB. Menurutnya, kegiatan ini diyakini mampu mendukung visi Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu kabupaten terluas di Jawa-Bali yang terus memperkuat sektor pangan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala BRMP Penerapan menyampaikan bahwa kegiatan produksi VUB padi tidak hanya dilaksanakan di Sukabumi, tetapi juga di Bulukumba sebagai bagian dari upaya menyiapkan benih sumber berkualitas untuk dikembangkan lebih luas di berbagai daerah. Selain Inpari 32, varietas unggul lain yang dikenalkan dalam kegiatan ini di antaranya Inpari IR Nutrizinc, Mantap, Inpari 50, hingga Inpago 13 Fortiz yang diharapkan mampu memberikan produktivitas lebih tinggi bagi petani.
Direktur Perbenihan TP turut menegaskan bahwa benih menjadi faktor paling krusial dalam budidaya tanaman karena mampu menentukan produksi hingga 40–60 persen. Oleh sebab itu, penggunaan benih bersertifikat menjadi sangat penting. “Jika kita tidak menggunakan benih sertifikat, berarti kita sedang mempertaruhkan pendapatan petani,” ungkapnya.
Selain berfokus pada produksi benih, kegiatan ini juga memperkuat modernisasi pertanian di tingkat petani dengan tetap memperhatikan karakteristik dan keanekaragaman wilayah setempat. Penangkar yang dipilih merupakan penangkar dengan fasilitas memadai sehingga pengembangan benih dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Dalam mendukung keberlanjutan kegiatan, kerja sama dilakukan bersama PT Ginajaya Mandiri sebagai mitra off taker yang telah berpengalaman dalam bidang perbenihan. Sementara hasil diseminasi varietas unggul baru diharapkan dapat menjangkau petani di seluruh Indonesia.
Di balik semangat pengembangan benih unggul, terdapat perhatian penting yang menjadi evaluasi bersama, yaitu perlunya penguatan pembinaan petani secara berkelanjutan agar pengembangan benih sumber dan penerapan modernisasi pertanian dapat berjalan semakin efektif dan berdampak nyata terhadap peningkatan produksi pangan nasional.