BRMP Sistem Perkuat Kapasitas Penyuluh melalui Training of Trainers PM-AAS di Bengkayang
Singkawang – Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Model Pertanian Modern– Advanced Agricultural System (PM-AAS) sebagai bagian dari implementasi Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) Program ICARE di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Singkawang, Jumat (24/7/2026), menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pendampingan petani dalam penerapan teknologi dan inovasi pertanian modern guna mendukung swasembada pangan yang berkelanjutan.
Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang Penyuluh Pertanian Lapangan secara luring dari Kecamatan Capkala, Sungai Raya, Sungai Raya Kepulauan, Monterado dan Samalantan. Penyuluh di 12 BPP kabupaten Bengkayang mengikuti secara daring. Para peserta dipersiapkan sebagai trainer yang akan berperan dalam mendiseminasikan penerapan Model Pertanian Modern– Advanced Agricultural System (PM-AAS) kepada petani di kawasan demplot Program ICARE.
Kegiatan diawali dengan pembingkaian oleh Dr. Drs. Jekvy Hendra, M.Si., selaku Penanggungjawab KMP ICARE BRMP Sistem. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa penyuluh memiliki peran strategis sebagai penghubung antara inovasi yang dihasilkan pemerintah dengan implementasinya di tingkat petani. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi penyuluh menjadi salah satu faktor kunci dalam keberhasilan penerapan PM-AAS di berbagai daerah.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bengkayang, Dr.Yulianus, S.Hut., M.Si., yang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan ToT sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian di Kabupaten Bengkayang. Sambutan juga disampaikan oleh Kepala BRMP Kalimantan Barat selaku Direktur wilayah Kalimantan Barat, Anjar Suprapto, S.T.P., M.P., yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani dalam mempercepat transformasi menuju pertanian modern. Dukungan dari dunia usaha turut disampaikan oleh Marviansyah, Supervisor Mitra Bisnis dan Manajemen Aset PT Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) Palembang, yang menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung implementasi PM-AAS. Melalui Program Makmur Agrosolution PT Pusri memberikan berbagai bentuk dukungan perusahaan terhadap petani, mulai dari penyediaan pupuk berkualitas, rekomendasi pemupukan yang tepat, pendampingan budi daya, hingga penguatan kemitraan sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung keberhasilan implementasi PM-AAS di Kabupaten Bengkayang.
Pada sesi materi, Dr. Ir. Nandang Sunandar, M.P. menyampaikan paparan mengenai Strategi Penerapan Model Pertanian Modern– Advanced Agricultural System (PM-AAS) dalam Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan. Materi tersebut mengulas konsep PM-AAS sebagai sistem budi daya yang mengintegrasikan penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, pemupukan berimbang, pengelolaan air, pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung efisiensi usaha tani. Selain meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, penerapan PM-AAS juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi serta memperkuat daya saing sektor pertanian.
Di akhir acara disampaikan rencana tindak lanjut dari kegiatan ToT, yang merupakan komitmen penyuluh dalam menerapkan teknologi PM-AAS. Melalui pendekatan Training of Trainers, para penyuluh diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pendampingan, mempercepat adopsi inovasi, serta memastikan penerapan teknologi budidaya modern dapat berjalan secara efektif di tingkat lapangan.