ICARE Dorong Kakao Kolaka Timur Naik Kelas melalui Fermentasi dan Hilirisasi Berstandar Industri
Kolaka Timur, 9 September 2026 – Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) melalui Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) terus memperkuat pengembangan kakao di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, melalui pengembangan model kelembagaan hilirisasi yang menghubungkan petani, koperasi, dan industri.
Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah kakao sekaligus membangun kapasitas kelembagaan dan pengolahan di tingkat koperasi. Salah satunya dilakukan melalui Pelatihan dan Praktik Fermentasi Kakao serta Pengolahan Cokelat sesuai Standar PT CAU Coklat Internasional bagi petani dan Koperasi LEM Sejahtera di Desa Wanuambuteo, Kolaka Timur.
Dalam kegiatan ini, BRMP Sistem menghadirkan praktisi PT CAU Coklat Internasional, Ir. I Made Budiana dan Hamriati Lamuma, untuk memberikan penguatan mengenai standar mutu fermentasi dan pengolahan kakao yang dibutuhkan industri. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga melakukan praktik langsung mulai dari roasting, winnowing, cocoa nibs hingga cocoa liquor.
BRMP Sistem menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari Pengembangan Model Kelembagaan Hilirisasi Kakao Fermentasi Mendukung Rencana Bisnis di Kolaka Timur. Model ini dirancang untuk memperkuat keterhubungan rantai usaha, dengan petani sebagai produsen bahan baku, koperasi sebagai agregator sekaligus pengelola unit pengolahan, serta industri/offtaker sebagai mitra pasar.
Melalui pendekatan tersebut, BRMP Sistem mendorong perubahan pola usaha kakao dari sekadar menjual biji kakao menjadi menghasilkan bahan baku dan produk antara yang memiliki mutu serta spesifikasi sesuai kebutuhan industri. Penguatan dilakukan secara terpadu melalui peningkatan kapasitas SDM, penerapan standar fermentasi, optimalisasi sarana pengolahan, serta penguatan kelembagaan koperasi.
Pemanfaatan unit pengolahan milik Koperasi LEM Sejahtera dalam kegiatan praktik juga menjadi bagian penting dari model yang dikembangkan. Dengan demikian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia berjalan seiring dengan optimalisasi sarana yang telah tersedia di tingkat koperasi.
Ke depan, BRMP Sistem mendorong Koperasi LEM Sejahtera untuk semakin mampu mengelola proses pengolahan secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus membangun hubungan usaha yang lebih kuat dengan pasar dan industri. Model ini diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing kakao Kolaka Timur.
Dari petani, diperkuat koperasi, dihilirisasi sesuai standar industri, menuju kakao Kolaka Timur yang bernilai tambah dan berdaya saing.