Ip2Mp Cipaku

Thumb

IP2MP Cipaku

Instalasi Pengujian dan Penerapan Modernisasi Pertanian

Balai Besar Pengembangan dan Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP Penerapan)

Tentang IP2MP

Instalasi Pengujian dan Penerapan Modernisasi Pertanian (IP2MP) merupakan unit fungsional strategis di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian. IP2MP memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan, pengujian, dan penerapan teknologi pertanian modern secara langsung di lapangan.

Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Nomor 1255/KPTS/PL.020/H/10/2025, IP2MP memiliki tugas melaksanakan pengujian, validasi, dan adaptasi teknologi serta inovasi pertanian modern, sekaligus memfasilitasi penerapannya secara luas kepada petani dan pemangku kepentingan.

Selain itu, IP2MP juga berfungsi sebagai pusat perakitan, pengujian, demonstrasi, serta diseminasi teknologi pertanian modern melalui berbagai kegiatan lapangan seperti bimbingan teknis, pelatihan, dan kegiatan percontohan teknologi.

 

IP2MP Cipaku

Sejarah dan Pengelolaan

Instalasi Pengujian dan Penerapan Modernisasi Pertanian Cipaku (IP2MP Cipaku) merupakan salah satu instalasi yang berada di bawah pengelolaan Balai Besar Pengembangan dan Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP Penerapan).

Pada tahun 2025, BRMP Penerapan menerima alih kelola Kebun Cipaku dari BRMP Jawa Barat guna meningkatkan efektivitas pengelolaan kebun sebagai lokasi kegiatan pengujian dan penerapan teknologi pertanian modern. Sejak saat itu, IP2MP Cipaku dikembangkan sebagai lokasi kegiatan lapangan yang mendukung pengembangan teknologi pertanian, konservasi sumber daya genetik, serta demonstrasi inovasi pertanian kepada masyarakat.

 

Lokasi dan Kondisi Wilayah

IP2MP Cipaku berlokasi di Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, dengan luas lahan sekitar ±3,5 hektare yang berada pada wilayah dataran rendah dengan karakteristik iklim basah.

Status lahan kebun telah bersertifikat dan diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bogor.

Secara geografis, batas wilayah kebun adalah:

  • Sebelah Timur: Tanah milik Perumka
  • Sebelah Selatan: Sungai Cisadane
  • Sebelah Barat: Sungai Cisadane
  • Sebelah Utara: Sungai Cisadane dan intake PDAM Kota Bogor

Kondisi agroekosistem tersebut menjadikan IP2MP Cipaku sebagai lokasi yang sesuai untuk pengembangan berbagai komoditas hortikultura tropis serta kegiatan pengujian teknologi pertanian di lapangan.

 

Potensi dan Koleksi Tanaman

IP2MP Cipaku memiliki koleksi Sumber Daya Genetik (SDG) tanaman buah-buahan yang terdiri dari berbagai jenis buah lokal dan buah khas daerah. Koleksi ini berfungsi sebagai sumber plasma nutfah, bahan pengembangan varietas unggul, serta sumber materi perbanyakan tanaman.

Beberapa komoditas utama yang dikembangkan antara lain:

  • Durian (Durio zibethinus)
  • Manggis (Garcinia mangostana)
  • Alpukat (Persea americana)
  • Lengkeng (Dimocarpus longan)
  • Jeruk (Citrus spp.)
  • Nanas (Ananas comosus)
  • Cempedak (Artocarpus integer)

Selain itu terdapat pula koleksi tanaman buah khas Indonesia, khususnya Jawa Barat, seperti:

  • Bisbul (Diospyros blancoi)
  • Cereme (Phyllanthus acidus)
  • Gandaria (Bouea macrophylla)
  • Kuweni (Mangifera odorata)
  • Kapulasan (Nephelium ramboutan-ake)
  • Lobi-lobi (Flacourtia inermis)
  • Menteng (Baccaurea racemosa)
  • Rukem (Flacourtia rukam)
  • Kemang (Mangifera kemanga)

Secara keseluruhan, kebun ini memiliki koleksi sekitar 229 varietas tanaman buah dari lebih dari 60 jenis komoditas yang ditanam sejak tahun 1950 hingga 2022. Koleksi tersebut memiliki nilai penting dalam upaya konservasi plasma nutfah, pengembangan varietas unggul, serta penguatan ketahanan sumber daya genetik tanaman hortikultura.

 

Show Window (Area Percontohan)

IP2MP Cipaku berfungsi sebagai show window modernisasi pertanian, yaitu lokasi percontohan yang menampilkan penerapan teknologi dan inovasi pertanian secara nyata di lapangan. Beberapa show window yang dikembangkan antara lain:

  • Demonstrasi budidaya hortikultura modern. Penerapan teknik budidaya buah unggul, termasuk pemangkasan, pemupukan berimbang, dan pengendalian hama terpadu.
  • Konservasi dan pemanfaatan plasma nutfah. Koleksi dan pemeliharaan sumber daya genetik tanaman buah sebagai sumber benih/bibit unggul dan bahan pengembangan varietas.
  • Perbenihan dan pembibitan tanaman. Produksi benih dan bibit sumber dari tanaman unggul untuk mendukung penyediaan bahan tanam berkualitas bagi petani.
  • Diseminasi teknologi pertanian modern. Pelaksanaan bimbingan teknis, pelatihan, dan kunjungan lapang sebagai sarana transfer teknologi kepada pengguna.
  • Pengelolaan kebun berbasis modernisasi. Penerapan manajemen kebun yang efisien, termasuk pencatatan data, evaluasi produksi, dan pengelolaan sarana prasarana.

 

Stakeholder (Pemangku Kepentingan)

Pelaksanaan kegiatan di IP2MP Cipaku melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik dari sektor pemerintah, akademisi, maupun masyarakat, antara lain:

  • Internal Kementerian Pertanian
    • Unit kerja lingkup BRMP
    • Direktorat teknis terkait (hortikultura, peternakan, dll)
  • Pemerintah Daerah
    • Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota
    • Penyuluh pertanian lapangan (PPL)
  • Petani dan Kelembagaan Petani
    • Kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan)
    • Petani milenial dan pelaku usaha tani
  • Akademisi dan Lembaga Pendidikan
    • Perguruan tinggi pertanian
    • Siswa/mahasiswa untuk kegiatan praktik dan penelitian
  • Swasta dan Dunia Usaha
    • Perusahaan benih dan agribisnis
    • Pelaku usaha hortikultura dan peternakan
  • Masyarakat Umum
    • Pengunjung edukasi pertanian
    • Komunitas pecinta tanaman dan urban farming

 

Pengembangan Ayam Kampung Unggul (Ayam KUB)

Selain pengembangan komoditas tanaman, IP2MP Cipaku juga mengembangkan kegiatan perbibitan ayam kampung unggul Balitbangtan (Ayam KUB).

Ayam KUB merupakan hasil seleksi ayam kampung murni melalui proses seleksi induk betina selama enam generasi yang menghasilkan ayam dengan produktivitas lebih tinggi dibandingkan ayam kampung biasa.

Keunggulan ayam KUB antara lain:

  • Produksi telur mencapai 160–180 butir per tahun
  • Sifat mengeram relatif rendah sekitar 10% dari populasi
  • Bobot potong sekitar 800–900 gram pada umur 10 minggu

Kegiatan perbibitan ayam KUB di IP2MP Cipaku memanfaatkan sarana kandang yang tersedia secara optimal dan menjadi bagian dari integrasi pengembangan pertanian dan peternakan di instalasi tersebut.

 

Peran Strategis IP2MP Cipaku

Sebagai instalasi pengujian dan penerapan modernisasi pertanian, IP2MP Cipaku memiliki beberapa peran strategis, yaitu:

  • lokasi pengujian dan demonstrasi teknologi pertanian modern
  • pusat konservasi plasma nutfah tanaman buah
  • tempat pengembangan benih dan bibit unggul
  • lokasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pelatihan pertanian
  • sarana diseminasi inovasi teknologi kepada petani dan masyarakat

Melalui berbagai kegiatan tersebut, IP2MP Cipaku diharapkan dapat menjadi show window modernisasi pertanian serta mendukung percepatan adopsi teknologi pertanian oleh petani dan pemangku kepentingan di sektor pertanian.