BRMP Penerapan Sosialisasikan Klinik Modernisasi Pertanian Serentak di 9 Provinsi
Proyek ntegrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) merupakan program strategis Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) yang bertujuan memperkuat kelembagaan petani sekaligus mendorong penguatan rantai nilai komoditas pertanian. Melalui program ini, BRMP berupaya mewujudkan sistem pertanian modern yang efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan dengan meningkatkan kapasitas pelaku utama serta pelaku usaha di sektor pertanian.
Sebagai bagian dari pelaksanaan program tersebut, Balai Besar Pengembangan dan Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP Penerapan) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) secara serentak di sembilan provinsi pada 6–17 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat pemahaman dan penerapan modernisasi pertanian di tingkat lapangan, sekaligus memastikan efektivitas pelaksanaan KMP di daerah.
Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) berfungsi sebagai pusat layanan konsultasi, edukasi, teknologi, dan pendampingan bagi petani serta pelaku agribisnis dalam mengadopsi inovasi dan teknologi pertanian secara tepat guna. KMP juga berperan sebagai pusat layanan terpadu yang menyediakan informasi teknologi, pengujian dan penilaian kesesuaian inovasi, serta pendampingan teknis dalam penerapan mekanisasi pertanian modern.
Sosialisasi dan FGD KMP ICARE dilakukan oleh UK/UPT BRMP pelaksana KMP di lokasi kerja masing-masing, dengan koordinasi langsung oleh BRMP Penerapan. Melalui kegiatan ini, seluruh unit pelaksana diharapkan memiliki kesamaan pemahaman dan arah kegiatan dalam mengimplementasikan KMP sebagai pusat layanan modernisasi pertanian yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan petani.
Kegiatan Sosialisasi dan FGD ICARE dilaksanakan di sembilan provinsi lokasi kegiatan ICARE, yaitu Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Barat. Peserta kegiatan terdiri atas petani, penyuluh, dan petugas dinas pertanian yang mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai konsep KMP, tata kelola layanan, serta integrasinya dengan pelaksanaan program ICARE di daerah.
Setelah kegiatan sosialisasi, dilaksanakan FGD untuk mengidentifikasi kebutuhan teknologi di masing-masing lokasi kerja, sehingga pelaksanaan KMP dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan tantangan spesifik yang dihadapi petani. Hasil FGD tersebut menjadi dasar dalam penyusunan rencana kegiatan KMP pada tahun 2025 – 2027.
Melalui kegiatan ini, BRMP menegaskan komitmennya menjadikan Klinik Modernisasi Pertanian sebagai simpul interaksi strategis antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem usaha tani yang modern, produktif, dan berkelanjutan. (Sumber : HNP)